Saturday, September 21, 2013

Travelover: An Introduction

Entah sejak kapan saya mulai menyukai traveling. Yang jelas dulu saya adalah orang rumahan, malas kalau mau pergi kemana-mana. Saya lebih senang bermain game di kamar daripada harus keluar rumah. Mungkin karena saya orangnya agak pemalu jadi malas kalau bertemu banyak orang. Saya ingat sewaktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jepara, teman-teman saya sampai harus memaksa saya untuk ikut jalan-jalan ke Pantai Kartini. Dengan berat hati akhirnya saya ikut mereka.

Tetapi itu dulu. Sekarang justru saya yang agak kesulitan mencari teman untuk traveling bareng. Meskipun bagi saya tidak terlalu bermasalah untuk traveling sendiri. Masalah bagi saya sewaktu solo traveling adalah koleksi foto menjadi lebih sedikit. Karena sifat pemalu saya masih ada jadi agak sungkan untuk meminta bantuan orang lain mengambil gambar saya. Untuk style traveling, mungkin saya lebih cocok dibilang flashpacker daripada backpacker. Saya lebih suka bertualang di kota-kota atau desa-desa dibandingkan naik gunung atau ke pulau terpencil. Selain bisa melihat landmark dan pusat keramaian kota, saya juga bisa belajar budaya baru dan bertemu banyak orang menarik. Selain itu, saya lebih senang melakukan perjalanan di malam hari karena waktu kita di malam hari tidak hanya digunakan untuk tidur, tetapi juga untuk perjalanan. Sewaktu kita bangun pagi, voila, sampailah di kota berikutnya. Biaya penginapan pun bisa dihemat. Sedangkan pagi sampai sore harinya manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk mengeksplorasi tempat tujuan kita.

Banyak yang menginspirasi saya sehingga saya menjadi hobi jalan-jalan. Selain Nabi Muhammad SAW yang melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah, film semacam Into the Wild dan Euro Trip sangat menginspirasi saya. Buku-buku The Naked Traveler-nya Trinity, Edensor milik Andrea Hirata, dan 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabila Rais juga berpengaruh besar. Saya menjadi sadar bahwa dunia itu sangat luas, dan yang saya lihat dan rasakan sekarang hanyalah sebagian kecil dari dunia.

Traveling tidak melulu harus ke luar negeri atau ke destinasi wisata populer yang jauh dari kota anda. Mungkin di kota anda sendiri masih banyak sisi lain yang sangat menarik yang belum anda ketahui. Jadi, dimana pun anda berada, traveling lah. Bagaimanapun gaya traveling anda. Karena kita tidak akan bisa berkembang apabila kita terus menerus berada di satu tempat. Tunggu apa lagi. Pack up buddy!

No comments:

Post a Comment